Senin, 09 Juli 2012

Katak VS Gajah

Kisah Katak dan Gajah
Di dalam dunia ini sebenarnya tidak ada orang yang gagal atau tidak berhasil. Yang ada sebenarnya orang yang menyerah atau berhenti di tengah jalan dalam pencapaian tujuannya. Untuk lebih memahami maksud tersebut, marilah kita menyimak kisah seekor katak dan gajah di bawah ini.
Kisah ini menceritakan seseorang yang hampir putus asa dan menyerah dalam mencari jalan keluar untuk masalah-masalah yang dihadapinya. Orang tersebut telah berkali-kali mencoba berbagai cara agar usaha yang dia tekuni bisa mencapai tingkat kejayaan. Tetapi usahanya gagal.

Dalam keadaan putus asa saat itulah orang tersebut berusaha menenangkan pikirannya agar dapat berpikir lebih jernih dalam mencari jalan keluarnya. Maka orang tersebut pergi ke suatu desa yang tenang dan duduk di pinggiran anak sungai. Orang tersebut berkata dalam hatinya: "Apakah ini yang selalu dikatakan oleh orang-orang yaitu takdir? Apakah saya ditakdirkan untuk selalu gagal? Apakah saya ditakdirkan untuk menjadi orang yang tidak bisa berhasil?"

Lalu orang tersebut berdoa dalam hatinya: "Tuhan, hamba memohon berikanlah hamba petunjuk dan jalan keluar agar usaha hamba bisa bangkit dan sukses." Setelah berdoa, orang tersebut memandang sekelilingnya, dan dia melihat seekor katak yang hendak menyeberangi anak sungai. Katak tersebut melompat-lompat di atas batu. Dari batu pertama melompat ke batu yang kedua, terus melompat lagi ke batu yang ketiga, dan seterusnya sampailah di batu yang terakhir untuk naik ke seberang anak sungai. Tetapi apa yang terjadi? Katak tersebut jatuh pada lompatan batu terakhir, karena batu yang terakhir ternyata sangat licin.

Katak tersebut tidak putus asa, dan terus menerus mencobanya. Timbul dalam benak orang tersebut untuk menghitung berapa kali cobaan melompat agar katak tersebut bisa berhasil. Pertama lompat gagal, kedua gagal, ketiga gagal, keempat gagal, kelima gagal juga. Katak tersebut berhenti seolah-olah sedang berpikir. Lalu mencobanya lagi, keenam gagal, ketujuh gagal, kedelapan gagal, kesembilan gagal juga. Dan katak tersebut berhenti lagi, kali ini katak tersebut berhenti agak lama seolah-olah sedang menyusun strategi dan rencana untuk mencobanya lagi. Setelah itu katak tersebut mencoba lagi, kesepuluh gagal, kesebelas gagal, dan yang keduabelas katak tersebut melompat dengan sekuat-kuatnya, dan sampai di atas batu terakhir yang sangat licin. Katak tersebut terpeleset lagi tetapi tidak putus asa dan terus menerus menendang-nendang kakinya di atas batu yang licin dan akhirnya berhasil lompat keluar dari batu yang licin tersebut.


Orang tersebut berkata dalam hatinya: "Katak tersebut telah mencoba dua belas kali lompatan baru bisa berhasil menyeberangi anak sungai ini, sedangkan saya baru mencoba 5 kali cara saja sudah putus asa. Baiklah saya akan mencobanya lagi".

Lalu orang tersebut berjalan kaki hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan, dia melihat seorang kakek dan seekor gajah besar peliharaan kakek tersebut. Gajah besar itu hanya dirantai kakinya dengan menggunakan rantai yang kecil. Kemudia orang tersebut bertanya kepada kakek penjaganya: "Kakek, gajahnya hanya dirantai dengan memakai rantai yang kecil. Kalau gajah tersebut berjalan dan menarik rantainya, maka rantai itu akan putus. Mengapa kakek tidak memakai rantai yang lebih besar?"

Kakek tersebut menjawab: "Anakku, gajah ini saya pelihara sejak masih kecil. Waktu itu, dia telah berusaha untuk menarik rantainya, tetapi rantainya tidak putus karena dia masih kecil dan belum cukup kuat. Setelah berkali-kali mencoba dan tidak berhasil memutuskan rantainya, maka gajah tersebut berhenti untuk mencobanya lagi, walaupun sekarang sudah dewasa dan sebenarnya cukup kuat untuk memutuskan rantainya. Ketahuilah anakku, gajah besar ini tidak akan mencobanya lagi karena dia akan selalu menganggap tidak akan berhasil."

Maka orang tersebut melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya, sambil menarik kesimpulan bahwa lebih baik menjadi seekor katak kecil yang selalu mencoba terus sampai berhasil, daripada menjadi seekor gajah besar yang selalu berpikir tidak akan berhasil.

Pesan Moral:

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman. Kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu. Ingatlah, "no one is perfect", jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat kita sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya. Lebih baik menjadi seekor katak kecil yang selalu mencoba terus sampai berhasil, daripada menjadi seekor gajah besar yang selalu berpikir tidak akan berhasil dan tidak mau mencoba lagi. Sebenarnya tidak ada orang yang gagal atau tidak berhasil, yang ada sebenarnya orang yang menyerah dan berhenti di tengah perjalanan untuk mencapai tujuannya.

Jumat, 06 Juli 2012

NASEHAT IMAM AL GHOZALI KEPADA MURIDNYA





Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…
Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.(Surah Al A’raf : 179).

Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.

[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Semoga Artikel diatas berguna bagi kita semua...

Silahkan bagi sobat muslim yang ingin share / tag foto ini, Jangan lupa kaitkan sumbernya...
semoga bernilai ibadah untuk kita semua...
aamiin


My teacher N me



Suatu hari, Ada seorang murid bertanya kepada gurunya mengenai bencana besar 2012 yang akan datang.


... "Oh, guru...!!! Aku sangat takut, sangat amat takut sekali bila Seandainya besok dikotaku atau di desaku tempat aku tinggal ini terjadi gempa bumi dan tanah longsor, Apa yang harus aku lakukan?, "Tanya si murid.

Sang guru menjawab, "Pergilah ke udara dengan akalmu dan selamatkanlah dirimu itu."

"Tapi guru, Seandainya di udara, Aku dihambat oleh angin kencang dan petir yang menyambar, Apa yang harus aku lakukan?, "lanjutan pertanyaan si murid.

Sang guru menjawab, "Bersembunyilah di bawah tanah dan berdiamlah diri disitu,"

"Tapi guru, Seandainya tiba2 banjir mengepung tempatku berdiam diri itu, Apa yang harus aku lakukan?, "Tanya ngotot sang murid yang semakin bingung.

Si Guru menjawab, "Naiklah dengan kakimu itu ke atas pegunungan yang tinggi dan tenanglah disitu."

"Tapi guru, Seandainya gunung yang buat aku jadi tenang itu tiba2 mau meletus dan mengeluarkan lahar api, Apa yang harus aku lakukan?, "Tanya bingung si murid.

Sang guru menjawab, "Berlarilah ke lautan agar lahar api itu tidak menghanguskanmu dan tetaplah disitu."

"Tapi guru, seandainya di lautan tiba2 ada gelombang yang tinggi dan bisa dikatakan tsunami, dan menerjang semua isi bumi serta menenggelamkan daratan, Apa yang harus aku lakukan?, "Tanya panik si murid.

Sang guru tersenyum dan memeggang tangan muridnya, sambil berkata : "Gunakan tanganmu ini, muridku...?"

Aku semakin tidak mengerti, dengan jawaban guru yang ini. Apa maksudnya?

"Ketika kamu sadar, bahwa kakimu, akalmu, ketakutanmu, kepintaranmu, kesombonganmu dan ketenanganmu ini tidak bisa melindungi dan menolongmu dari hal2 yang buruk dan akan menimpamu kelak, maka gunakan kedua tanganmu itu dan memohonlah kepada siapa yang menciptakanmu agar diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapinya. Karena di tanganmu itulah sebenarnya letak dari tempat yang dikatakan aman semasa kamu hidup di dunia ini.

Jumat, 22 Juni 2012

Guru yang Baik Adalah Guru yang Tidak Baik



 
      Ada yang unik di salah satu madrasah yg saya kelola, yaitu santri " tersebut sering melontarkan komplain atas seorang ustadz yang mereka anggap tidak dapat mengajar dengan baik.
Bahkan ada santri yang mengatakan bahwa nilainya slalu jelek karena harus mengikuti plajaran sang ustadz selama 2 tahun.
       Namun tidak ada sama sekali santri yang mengeluhkan sistem pengajaran salah satu ustadz yang juga tidak mengajar dengan baik. Hal ini diakibatkan karena di akhir tahun hampir semua santri mendapatkan nilai 90
       Menurut hemat saya, santri-santri tersebut hanya melihat masalah ini dari sisi kepentingan sesaat mereka.
       Saya kembali teringat film Mandarin yang berjudul pendekar dewa mabuk yang dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini, atas perintah orangtuanya, Jackie digambarkan menjadi seorang murid dari seorang ustadz silat dewa mabuk yang sangat disegani. Sang murid merasa pelajaran silat tersebut sama sekali tidak menarik dan sang ustadz benar-benar membosankan, bahkan menjengkelkan. Contohnya, digambarkan bagaimana ia harus menimba air dengan menggunakan sendok sambil melakukan sit-up, sementara ia melihat sang ustadz “ngorok” sehabis mabuk.
       Tak tahan dengan sistem pendidikan ini sang murid melarikan diri. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan tokoh penjahat utama. Singkat cerita ia dihajar habis-habisan dan dipermalukan karena terpaksa terbirit-birit dengan hanya menggunakan pakaian dalam. Di sini sang murid baru sadar bahwa ia belum memiliki cukup ilmu untuk menghadapi dunia nyata. Ia merasa harus kembali ke ustadznya, meski hal ini bukan merupakan perkara mudah karena sang ustadz sudah terlanjur kecewa. Film ini berakhir seperti sudah diduga, dengan pengertian sang murid dan kerja keras kedua pihak, ia kemudian dapat mengalahkan tokoh kejahatan terhebat sekalipun.

Bukannya saya menolak pendapat bahwa ustadz yang baik adalah ustadz yang dapat dengan cepat membuat murid paham bagaimana menggunakan persamaan Newton untuk menghitung kecepatan apel yang jatuh dari atas gedung. Namun untuk level madrasah, ustadz yang baik adalah ustadz yang dapat melaksanakan semua kewajibanya. Jadi, ustadz ideal di sini (meski sulit sekali untuk didapatkan) adalah ustadz yang dapat mengajar dengan baik,menjadikan santri yg kurang baik menjadi baik, dan yang tidak segan-segan untuk turun ke masyarakat.
      

To be kontinyu……he….he…
"  GURU YG MLAKUKAN SESUATU PERUBAHAN YG BAIK SLALU DI PANDANG KURANG BAIK OLEH MURIDNNYA .BECAUSE WHAT......? "
coz mreka tidak nyaman,mrasa di dzolimi
menurut saya mreka blom mau di jadikan pribadi yg lebih BAIK

Jumat, 15 Juni 2012

Secangkir Coklat Panas



Sekelompok alumni melakukan reuni, dan kemudian memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor favorit mereka yang sudah pensiun. Saat berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan berbagai macam cangkir: porselen, gelas, kristal, dan lain-lain; sebagiannya bagus dan berharga mahal, akan tetapi sebagian lagi bentuknya biasa saja harganya murah. Ia mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut.

Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, profesor yang bijak berkata, “Perhatikan, semua cangkir yang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Memang, adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik. Namun, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian.”

“Cangkir tidak menambahkan kualitas dari coklat panas. Pada kebanyakan kasus, itu hanya menambah mahal, dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya. Tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Lalu, kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.”

Para alumni terdiam, menyimak nasehat dari profesor.

“Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas. Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.”

“Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.”

Profesor itu berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan, “Hiduplah dengan sederhana. Bermurah hatilah. Perhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya, silakan nikmati coklat panas kalian.”

TEMPAYAN RETAK


Seorang tukang air di desa terpencil memiliki dua tempayan besar.
Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang
dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak,
sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak
retak itu selalu terisi air yang penuh dari mata air menuju ke rumah
majikan si tukang air tadi,maka tempayan itu hanya dapat air setengah penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya
dapat membawa Satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.
Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan
prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan
ketidaksempurnaannya, dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat
diberikannnya. Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan
retak itu berkata kepada si tukang air,
“Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon
maaf kepadamu.”
“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan
pada sisi saya dan telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang
jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah
membuatmu rugi.” Kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam
belas kasihannya, ia berkata,
“Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu
memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Benar, ketika mereka naik ke bukit, Si tempayan retak
memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di
sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun
pada akhir perjalanannya, Ia kembali sedih karena separuh air yang
dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta
maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu,
“Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang
jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi
tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu
menyadari akan cacadmu. Dan aku memanfaatkannya. Aku telah
menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-
benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-
bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu
sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias
rumahnya seindah sekarang. RENUNGAN :
“Setiap dari kita memiliki Cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita
semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan
menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan
yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan
kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, didalam kelemahan
kita, kita menemukan kekuatan kita. " if you think that you're nothing
before Me you are something beautiful
you think that you can't do anything
but you can do a lot of things with Me

Selasa, 12 Juni 2012

Anak JADUL vs Anak GAUL

                                              
1. Anak-anak dulu cuma bisa pegang dan hisap PERMEN berbentuk ROKOK
Anak-anak GAUL sudah hebat pegang dan hisap ROKOK
2. Anak-anak dulu takut sama yang namanya JARUM SUNTIK
Anak-anak GAUL sudah bisa NYUNTIK sendiri (NARKOBA)
3. Anak-anak dulu pintar menyanyikan LAGU ANAK-ANAK
Anak-anak GAUL lebih memilih menyayikan LAGU PERCINTAAN
4. Anak-anak dulu cuma nonton film UNYIL
Anak-anak GAUL tontonannya film SINETRON YANG TIDAK MENDIDIK
5. Anak-anak dulu NONTON BF ngumpet-ngumpet
Anak-anak GAUL terang-terangan BIKIN FILM BF
6. Anak-anak dulu sangat TABU MEMBICARAKAN S***
Anak-anak GAUL sangat HEBAT MELAKUKAN S***
7. Anak-anak dulu MENGERTI ARTI PACARAN saat minimal SMP kelas 1
Anak-anak GAUL SUDAH BISA PACARAN sejak SD kelas 1
8. Anak-anak dulu menjadikan anak cewek sebagai TEMAN SEPERMAINAN
Anak-anak GAUL menjadikan anak cewek sebagai KORBAN (PEMERKOSAAN)
9. Anak-anak dulu habis berkelahi kemudian BERDAMAI
Anak-anak GAUL habis berkelahi kemudian MEMBUNUH
10. Anak-anak dulu TAKUT sama GURU
Anak-anak GAUL di TAKUTI sama GURU
11. Anak-anak dulu cuma bisa DIAM ketika dimarahi orangtuanya
Anak-anak GAUL TAK SEGAN MENGANIYAYA bila dimarahi orangtuanya
12. Anak-anak dulu hanya GIGIT JARI bila permintaannya tidak dipenuhi
Anak-anak GAUL akan MENGAMUK bila permintaannya tidak terpenuhi
13. Anak-anak dulu AKAN MENGADU kepada orangtua bila ada MASALAH BERAT
Anak-anak GAUL MEMILIH JALAN PINTAS / BUNUH DIRI hanya karena MASALAH KECIL
14. Anak-anak dulu SUKA MALU-MALU
Anak-anak GAUL TIDAK TAHU MALU, BIKIN MALU, dan MALU-MALUIN
15. Anak-anak dulu MENERIMA bila dikasih baju MODEL apa aja dari ortu
Anak-anak GAUL SUKA MENGKRITIK model baju yang ortu kasih.
16. Anak-anak dulu selalu mengucapkan TERIMA KASIH bila diberi sesuatu
Anak-anak GAUL TIDAK TAHU TERIMA KASIH terhadap apapun
Bagaimana?? Sungguh amat tragis dan memprihatinkan bukan??
 —————————————————–